Thursday, September 21, 2006

Inilah kenyataan….

Genap dua minggu, gue tulis blog keletihan gue terhadap kantor gue…

Setelah tepar abis liputan Citra Pariwara (full bo’ gue bolak balik kantor – ancol tiap hari, plus masih mikirin bahan editan), akhirnya gue liputan lagi….

Hari ini, Kamis, 21 September 2006… pagi-pagi gue udah ada di kantor, mau liputan ke galeri nasional. ADGI dan IKJ ngadain seminar tentang layout majalah dan koran, yang mendatangkan Georgia Scott,cewek hitam manis yang menjabat art director di New York Times, USA.. trus pas jam 12, gue ke Grad Mahakam Hotel, ada seminar tentang APMF (Asia pasific media Forum) tentang Life style..

jam 5 sore, di kantor, gue masih telp produser gue, nanya materi apa yang kurang, biar gue siapin, maklum… ngeditnya nun jauh disana dengan primitifnya alat dan program.. sebisanya materi dvd gue transfer ke cd pake lopie gue… untuk memudahkan produser untuk ngedit. selain itu, gue juga ngomongin bahan2 reklame untuk minggu depan alias tgl 30 september… karena kan harus di taping hari minggu tgl 24 besok…

jam 5.30 gue lagi nongkrong dibawah sama temen-temen, hape gue bunyi, dari produser gue.. setengah berisak, dia bilang harus pulang ke Surabaya, ayahnya koma. gue langsung bilang, gue akan ngegantiin dia ngedit malem ini sampe pagi.. so, kalo dia mau pulang, gpp… biar dia tenang, gak gelisah mikirin editan…

Langsung gue minta tolong temen gue untuk buatin TR (transportation request) untuk di jemput jam 23.00. Badan rasanya gak keruan, belum abis capeknya liputan citra pariwara, sekarang udah nge-jozz lagi…

Di rumah gue berusaha istirahat, gak lama, sebelum Isya gue dapet kabar dari senior produser, kalo bokapnya produser gue udah meninggal. Innalillahi wa inna lillahi roji’un… dia nawarin bantuan, gue bilang insya Allah bisa gue handle, karena gak mungkin gue minta tolong dia nungguin editan malem ini.. (editan tentang citra pariwara).. lha yang ada dilokasi kan gue… jadi gue yang ngerti… trus dia nanya tentang taping dan materi.. gue bilang udah beres….

Sekarang, gue lagi di ruang editan, semoga editannya lebih bagus, dan gak garing….. minimal, kalo hasilnya bagus, rasa lelah dan letih gue bisa terobati…

guys, nonton ya…. Sabtu tengah malem 23 September 2006 jam 00;30 atau rerunnya Senin siang 25 September 2006 jam 13:30… karena CITRA PARIWARA hanya ada di Reklame, gak ada di tv lain…

Salam……..

 

 

 

 

 

Posted by Dessy Indah in 18:45:48 | Permalink | Comments (4)

Wednesday, September 20, 2006

Kenapa Reklame ada??

REKLAME di METRO TV, awalnya merupakan program yang diadakan untuk kepentingan Sales Marketing, Promo dan Public Relation (PR) mendekatkan diri ke agency dan klien. Inti awalnya, acara REKLAME dibuat hanya sebagai jembatan Metro TV dengan klien dan agency.

Reklame eksis pertama kali di bulan November 2002 dengan menghadirkan beberapa nara sumber di studio. Reklame pada waktu itu, mengupas tema yang ditawarkan setiap minggunya. Nara sumber adalah praktisi periklanan, dengan host praktisi periklanan, Triawan Munaf. Produser Reklame dari awal adalah Narottama Notosusanto dan kemudian digantikan oleh Rachmayanto. Pada dekade ini, presenter Reklame adalah Valerina Daniel dan Chantal Dellaconcietta. Keduanya adalah presenter di Metro TV. Reklame dibawah Narottama mempunyai 3 orang staf produksi yang juga merangkap reporter serta 1 orang anak magang. Sedangkan dibawah Rachmayanto, Reklame hanya dipegang oleh 1 orang staf produksi dan 1 orang reporter merangkap presenter.

· Mulai September 2005 lalu, Reklame berubah menjadi New Reklame, seluruh segmennya adalah liputan-liputan. Setiap berita liputan berdurasi 2-3 menit. Tidak ada pembahasan di studio. Setiap minggunya, materi Reklame berkisar 4-7 berita seputar dunia periklanan, marketing dan event organizer. Presenter hanya membaca lead berita di Studio, dan presenter bukan merupakan tim Reklame yang ikut dan turun dalam mencari berita. Produser New Reklame adalah Agus Pramono, dan mulai Juni 2006 digantikan oleh Edi Wahyudi

 

Reklame sempat vakum

Reklame yang menghadirkan bincang-bincang, ternyata tidak menarik perhatian pemirsa, sehingga rating yang dicapai sekitar nol koma, akhirnya dibuatlah format baru. Namun rating ini tidak bagus, mungkin karena promosinya yang kurang.

Saat Vakum, Program Reklame dilempar ke bagian Redaksi (berita), lalu ke bagian Produksi, kemudian ke bagian Redaksi (kembali). Tidak ada bagian yang mau menerima Reklame. Pada saat itu, Reklame tetap tayang, dengan memutar tayangan-tayangan terdahulu hingga munculnya New Reklame.

Reklame saat ini format baru lebih ke News, rating New Reklame lebih tinggi dari pada Reklame sebelumnya. Walaupun mungkin isi New Reklame bagi insan periklanan kurang bermutu, tapi bagi masyarakat umum dan mahasiswa periklanan (dari email yang dikirim), New Reklame mendapat sambutan yang positif.

Pertama kali tayang, New Reklame mendapat rating 5,9 (bagi METRO TV, nilai share diatas “2″ sudah tinggi). karena sebelumnya lewat beberapa milis telah diberitahukan tayangan Reklame akan kembali muncul dengan format baru. Rating tertinggi Reklame bersamaan waktunya dengan penayangan Breaking News Dr. Ashari meninggal, Share Reklame saat itu sekitar 9.6. dan merupakan peringkat kedua setelah Breaking News Metro TV tentang meninggalnya Dr. Ashari (artinya, kalau tidak ada Breaking News, posisi Reklame menempati peringkat pertama).

Berita Reklame saat Share tertinggi, yaitu tentang meninggalnya Ken Soedarto – salah satu praktisi periklanan senior; pemilik Perusahaan Matari Advertising. Mungkin rating Reklame saat itu tinggi, karena seluruh karyawan Matari, Pantarei dan rekan-rekan Ken Soedarto, menonton acara Reklame, untuk melihat tayangan tentang Ken Soedarto.

Setelah itu, rating tayangan New Reklame turun naik, namun masih lebih baik dari Reklame sebelumnya.

Walaupun Reklame merupakan TOP 20 acara Metro TV, walaupun REKLAME pernah menduduki peringkat kedua, namun program ini hanyalah (dianggap) sebagai jembatan antara klien dan agency. Mau bagus atau tidak, mau ada rating atau tidak, yang penting ada…. Begitulah para petinggi news berbicara.

Kalau dulu, Reklame mendapat tempat editing di luar (post pro), sekarang Reklame mendapat ruang editing (yang harus bergantian dengan program News, walaupun saat itu adalah jamnya Reklame yang memakai ruang editing). Sekali lagi, REKLAME bukan program penting di Metro TV. BUKAN HARD NEWS… sehingga dapat menunggu dan menunggu….

Setelah mendapat perlakuan yang tidak adil, kini REKLAME mendapat tempat editing di gedung baru, di lantai 5. Dengan fasilitas CD ROOM dan tidak banyak program converter… sehingga bila ada materi DVD, harus ditransfer kembali, kalau tidak bisa di transfer, harus mencari program converter, kalau tidak cocok, ya terpaksa materi tidak dapat di edit.

Mendapat ruang editing yang cukup jauh dari ruang kerja redaksi reklame (kurang lebih 100 meter), dan mendapat shift malam 24:00 hingga 08:00 pada Rabu tengah malam dan Kamis tengah malam. Dan editor selalu berganti, dengan alat yang tidak memadai…. DENGAN INI TIM REKLAME minta MAAF, kalau penyajian REKLAME sejak bulan September 2006 jauh lebih jelek dengan sebelumnya.

TIM REKLAME yang hanya dua orang ini sudah mencoba semaksimal mungkin untuk pindah ruang editing, agar bisa bermain-bain dengan gambar dan efek-efek seperti beberapa waktu sebelumnya, tapi rupanya….. lebih baik kami menelan ludah kami, dari pada melihat senyum sinis yang menyepelekan program kami... REKLAME kok mau diperhatiin seperti program NEWS….

 

Posted by Dessy Indah in 18:29:04 | Permalink | Comments (6)

Monday, September 18, 2006

Ritme Kerja Reklame

RITME KERJA

REKLAME di METRO TV

 

MINGGU waktunya recording presenter, untuk tayangan hari sabtu minggu depannya (6 hari sebelum tayang). Jadee…. kalo ada liputan hari Senin mpe Rabu setelah recording, dengan terpaksa di HOLD sampe minggu depannya.. gak jarang sih, beritanya jadi BASI…

Kecuali kalo berita tersebut sudah diberitahu sebelumnya kepada tim reklame (khususnya gue – kuli reklame), sehingga bisa gue masukin ke dalam rundown, untuk recording hari Minggu

RABU MALEM- JUM’AT PAGI jadwal Editing.. kalau mau kasih tambahan materi untuk insert gambar, mendingan sebelum rabu or kamis, kalau enggak, terpaksa produser gue ngedit dengan seadanya… Dan karena reklame baru pindah ruang editing, maka bahan editan, TIDAK BERUPA DVD, tapi CD/VCD karena playernya hanya CD ROOM bukan DVD ROOM. Gue kadang ngedampingin online editing, tergantung ada liputan ato enggak, karena editingnya jam 00 mpe jam 08 pagi.. kalo gue liputan pagi… gak ikutan lah yawww…

JUM’AT SIANG kaset siap tayang dimasukkan ke Quality Control (QC), kalau OK berarti MCR tinggal glindingin tuh kaset, kalo gak OK, harus diedit ulang lagi

PELIPUTAN :

Pemberitahuan peliputan harus 1-2 hari sebelumnya, karena Camera person dan driver harus dipesan dulu. Mereka ga termasuk dalam tim reklame yang bisa standby kapan aja untuk ngeliput. Hal diatas bisa dicuekin kalo ada kejadian mendadak yang termasuk berita nasional, misalnya bencana atau bom.. secara otomatis camera person dan driver tersedia, tetapi berita untuk acara yang bukan hard news seperti reklame, gak akan bisa menembus hal-hal seperti ini

TIM REKLAME hanya berdua, yang gak terikat jam kerja atau shift, beda dengan camera person ato driver. Kalo over time driver dapet lembur, sedangkan camera person enggak, sehingga gue sering dapet camper yang gak kooperatif, minta pulang terus dan ngambil gambar dikit alias males.. padahal reklame butuh gambar banyak.

Shift Cameraman : 07-16, 14-22, 23-07. kadang liputan pagi, baru jam 1 siang mereka udah gak mau jalan lagi.. jadi kalo ada acara2 PUANJANG dari pagi sampe malem.. mohon maaf gue gak bisa stay lama-lama.. kecuali kalo dapet tim yang asik…ato dapet dua cameraman, dengan catatan, cameraman yang shift 2 jalan sendiri dari kantor dan harus nyiapin TR (transportration request).. itu juga kalo dapet yang asik… :(

Apalagi nih kalo liputan ke luar kota dan gak nginep, luar kota sekitar jakarta aja misalnya bogor, sentul, anyer…. taapi kalo dapet cameraman yang emang suka dunia advertising sih, hayo aja… mereka sih bilangnya…. “Ngapain sih liputan lama-lama… mending REKLAME ada yang nonton, gak ada ratingnya aja…”

Astaghfirullah, kalo udah gini, gue diem aja… trus selesai liputan, gue langsung ke coordinator camera person (korkam), dan bilang bahwa REKLAME hanya ingin jalan dengan tim yang bisa bekerja sama, kalo si camera person merasa “TURUN DERAJAT” dengan liputan reklame, sebaiknya gak usah…

sayangnya korkam itu ada 4 orang, dari 4 yang asik 2 orang, kalo yang 2 aku curhat di dengerin, tapi 2 lainnya, makin aku sebel, malah dikasih, makin aku seneng malah dijauhin..   pikiran mereka, kalo aku suka dengan cameraman yang aku anggap rajin, mereka pikir aku dan cameraman itu ada main2 dengan amplop… astaghfirullah……… (ini berlaku untuk semua reporter….kalo ngadu ke 2 korkam itu…)

Itu kalo cameraman ya… kalo Editor…  ganti-ganti terus tiap dua bulan.  dah dapet yang enak, ganti lagi… ngasih tau lagi dari awal… huh…. sekarang udah editornya ganti, ruang editnya diganti… ke gedung baru lantai 5… dengan fasilitas cd room (bukan dvd room), sehingga kalo ada yang ngasih dvd, gak bisa  dipake… :( terus programnya gak lengkap, jadi kalo mau program tambahan… harus lari ke MIS atau graphic yang jauhnya 100 meter dan tengah malem pula… kalo udah lari-lari cari program, ternyata gak bisa jalan juga…. namanya apessss…

editornya tiap minggu ganti, dibilangin.. reklame harus banyak roll gambar, tetep aja abis dubbingan langsung ganti… udah capekk………………………….

Ribet ya……………

 

Posted by Dessy Indah in 11:41:55 | Permalink | Comments (1) »

Thursday, September 7, 2006

Gue udah letih

Gue mau curhat nih, semoga curhat gue ini bisa ditanggapi dengan positif.

Gue kerja di METRO TV sejak 1 Agustus 2000, menjadi camera person.. trus Desember 2003 gue jadi REPORTER dan Staff Produksi SHOWBIZ NEws, selama 17 bulan, status gue belom berubah, dan fasilitas reporter seperti pulsa telp, otomatis gak gue dapetin….

Agustus 2005 sampe sekarang, gue menjadi REPORTER dan Staf Produksi REKLAME, di program ini gue cuma berdua dengan produser gue.

TUGAS GUE:

Nyari berita (telp, fax, email, milis, sms, chat, nyari ide, dll), LIPUTAN (kadang bawa camera sendiri), Nulis Berita (kalo di regular, tugas nulis berita dikerjakan As-prod yang nelp reporter di lapangan), Dubbing, edit ofline, bikin rundown, nulis lead untuk presenter, ngurusin copy tayang reklame, balesin email/ fax pemirsa, ngurusin ke promo/ sales.

Tau dong, orang KOMUNIKASi selalu berkomunikasi dengan INTERNET… baik email, chat ataupun donlot iklan… Nah, di kantor gue, ada ruangan NEWS ROOM yang lalulalangnya sekitar 50-100 orang (dalam satu waktu, berarti kalo 1 hari bisa 200an deh…) cuma ada 6 komputer yang terhubung dengan internet…. 3 diantaranya pentium 2 dengan RAM 64, dan 3 lagi pentium 3 dengan ram 128. 2 dari 6 memakai windows 2000 dan 4 lainnya windows 98, kebayangkan kalo pake flash disk yang gak bisa di windows 98, rebutannya kayak apa… belom lagi daro 6 kompi itu 4 diantaranya dipake anak xinwen untuk nulis berita mandarin.

Di kantor gue ada WIFI sih.. tapi HANYA ORANG-ORANG tertentu yang bisa menikmati fasilitas WIFI dan LAN… (lagian jaringan ini hanya bisa email aja… gak bisa donlot, chat, forum dan yahoogroups… huh.. ngapain dipasang ya??)

BETTER… gue selalu bawa lopie gue yang gede dan berat… dan akses internet pribadi tentunya… apalagi kalo bukan GPRS..

Selain internet, seperti yang gue bilang tadi, donlot iklan luar negeri, kadang gue suka minta iklan luar negeri dari temen-temen iklan… atau misalnya temen-temen abis dari Adfest or Cannes Lion, gue minta iklan-iklannya…. UNTUK SEKEDAR MINTA CD BLANK di kantor gue, harus perlu tanda tangan si anu dan si anu ITUPUN harus yang ada hubungannya dengan SALES… padahal CD BLANK yang dikasih, diluaran harganya 2000 perak.. jadi dari pada ribet di tas, gue sediain CD/DVD blank

Beberapawaktu lalu, gue minta tanggapan secara tertulis, jam tayang reklame yang baik… (sekarang malem minggu midnite 00:30 — orang lagi di dugem atau lagi kongkow — dan rerunnya senin siang 13:30 — orang lagi gawe, abis lunch blom balik kantor).. Gue bawa setumpuk email. Dan tanggapan PETINGGI? jam tayang REKLAME sekarang adalah permintaan orang iklan… kalo gue protes, mereka bilang, gak usah dengerin orang iklan….(?????????????)

dan hari ini Kamis, 7 September 2006, pagi-pagi gue dipanggil PETINGGi, rupanya ada pembagian INSENTiF.. terus terang gue udah gak peduli lagi dengan iming2 rupiah dari kantor gue… DEngan berlari (karena gue ada tamu dari PPPI), gue ke ruangan petinggi… dan gue dikasih amplop dan selembar uang. amplop itu berisi jumlah rupiah insentif yang gue dapet (berdasarkan rating program), yaitu seharga dua paket ayam di fried chicken dan selembar uang di luar amplop adalah sumbangan dari program lain….

JUJUR… gue merasa terhina dengan pemberian ini… lebih baik gue gak mendapat insentif sama sekali dari pada dihina seperti… alasan gue

1. temen-temen yang gak megang program, seperti editor atau camera person mendapat 10x dari yang gue terima…

2. gue liat di kertas kerja sama PPPI dan metro tv, harga reklame adalah 100 juta.. itu harga yang tinggi untuk program yang katanya berating rendah.

Hari ini gue sangat sibuk, habis ketemu dengan promo dan pppi, gue harus liputan, pulang liputan gue harus menyiapkan materi editan untuk malem minggu 9 September 2006. Setelah diskusi sama suami, gue berniat mengembalikan uang tersebut, sebagai sumbangan gue terhadap kantor gue yang katanya lagi gak punya duit... (mungkin cara ini lebih menghibur gue)

Dan hari ini pula, bos MIS tiba-tiba dateng ke gue, meriksa apakah gue akses internet pake wifi, dia suruh nyalain wifi gue dan coba internet, dan emang gak bisa, karena ada kode-nya.. dengan bangganya dia bilang, udah dikunci… gue setengah sinis bilang… “Maaf, gaji saya gede, untuk bayar GPRS, gak perlu wifi gratisan….”

Jujur, gue mengeluarkan air mata.. sakit banget rasanya… lelah banget badan gue.. lelah banget batin gue… Mungkinkah ini suatu pertanda? atau pembuka suatu jalan??

 

Hari ini, Jum’at 8 September 2006, gue balikin INSENTIF dan sumbangan… gua malah diajak ngomong sama PETINGGI… apa gue udah gak betah di REKLAME? gue sih jawab betah banget, gue justru nemuin dunia gue disini.. gue cuma minta, jam tayang yang ajaib ini bisa di rubah… kata si petinggi, akan dirapatin pada rapat kerja akhir tahun ini… semoga… tahun 2007, jam tayang bisa berubah…

Masih berani berharap??

 

 

Posted by Dessy Indah in 19:50:11 | Permalink | Comments (10)

Monday, September 4, 2006

mas kawinnya apa ya?

katanya niy.. perempuan yang baik untuk dinikahi, yang mas kawinnya gak susah…

huh…. gue waktu merit bingung mau mas kawin apa… kalo perhiasan gue gak suka… tapi… apa dong????

tanya-tanya…. akhirnya gue memutuskan perhiasan… menurut penghulu gue… cincin kawin, alqur’an dan perlengkapan sholat itu bukan mas kawin…

cincin kawin hanya pertanda… (jadi gue gak pake cincin kawin)

Alqur’an dan perlengkapan sholat adalah pemberian, bukan mas kawin, kata penghulu gue sih…. tapi sebelum kata penghulu… sebenernya gue ma suami juga gak mau mas kawinnya alqur’an dan perlengkapan sholat… kesannya mempertaruhkan agama gitu loh…

So, akhirnya mas kawin gue adalah kalung dengan liontin kepala kuda dan tapal…. kenapa? karena gue suka kuda… gak mungkin dong… gue minta kuda sebagai mas kawin…. ntar mau ditaro dimana tuh kuda?????

 

Posted by Dessy Indah in 16:43:08 | Permalink | Comments Off

pesta pernikahan.. perlu gak sih???

Boong banget kalo kita cewek nih…. bakal nikah secara sederhana… kenapa?? karena orang tua kita pengen banget pas anak ceweknya nikah itu…. merupakan acara yang gede dan mewah… padahal kalo ortu kita punya anak cowok juga, pengennya pesta itu sederhana… :) gak adil ya?

Ini pengalaman pribadi gue… ketika adek gue (cowok) menikah di tahun 2000, ortu gue pengen sederhana, tapi ketika gue menikah (tahun 2004), ortu gue pengen yang “wah”

buat gue, untuk apa menikah “wah”, abis itu gigit jari.. tapi kalo akad nikah doang… gimana dong ngasih tau temen2 dan sodara2 gue kalo gue udah nikah…. kalo mereka gak diundang. jangan2 bakal ada fitnah gue udah berbadan dua… idih…

 

Buat pesta pernikahan perlu modal. semakin gede modalnya, semakin leluasa kita memilih bentuk pestanya….

Gue bilang sama calon suami gue dan orang tua gue, gue gak mau pesta “wah”, gue hanya mau pesta yang unik, sebagai bentuk syukur kepada Allah bahwa gue diizinkan untuk menikmati ibadah (nikah) ini, tanpa harus ngeluarin modal yang gede…

buat gue…. pesta pernikahan gak harus mewah, tetapi lebih sebagai ungkapan rasa syukur 

Gue menikah hari Kamis, 3 Juni 2004 (pas libur hari Waisak), di taman ria Senayan jakarta.. jam 15.00 – 18.00 (dimulai sholat Ashar, diakhiri sholat Maghrib)

Semua biaya yang gak penting gue pangkas… seperti

1. UNDANGAN… hanya sepersekian persen (itupun mungkin hanya cewek) yang menyimpan undangan kita, sehingga gue gak membuat Undangan… hanya via sms, email, telp dan selembar kertas untuk ditempel dipapan pengumuman…. karena gak pake undangan itu juga akhirnya gue memutuskan nikah di tempat yang mudah dijangkau, baik pakai kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

2. Dekorasi……… dekorasi hanya buang2 duit, hanya untuk dipandang dan bagus difoto doang.. so untuk apa buang2, makanya gue pilih di taman, biar gak perlu dekor macem2…

3. Busana pernikahan. buat gue… busana pernikahan gak harus dipake saat nikah aja… jadi gue pake busana yang bisa gue pake sewaktu-waktu….

4. Makanan…!!  Ini dia nih yang kadang bikin melonjak…. jadi biar unik, gue pake si “abang penjual makanan” untuk bawa gerobaknya ke tempat pernikahan gue…. selaen itu, kan lebih murah bo….

Nah…setiap pesta nih….ibu-ibu or cewek pasti deh ngomentarin makanan or dekorasi… makanya… mending buat pesta yang unik… sehingga orang bisa berdecak kagum…. dan lupa untuk komentar ini itu…… dan itu gak perlu mahal….. :)

 

Alhamdulillah, pesta gue sampe sekarang, masih jadi pembicaraan temen-temen gue kalo ketemu gue. minimal mereka mengungkapkan punya keinginan untuk membuat pesta pernikahan yang unik tanpa biaya mahal…

 

So girl…. sebagai cewek… elo salah satu pembujuk ortu untuk buat pesta yang tidak mahal… ;) karena gue udah buktiin…. ;)

 

  

 

Posted by Dessy Indah in 16:36:12 | Permalink | Comments Off

Merit? kenapa enggak?

Awalnya gue gak pernah kepikiran kalo gue bakal nikah… buat gue.. pernikahan itu suatu ruang yang membatasi gerak gue.. sehingga gue gak pernah mau berpikir terlalu dalem dengan lawan jenis gue… so… gue lebih menyukai pertemanan dari pada harus ‘berpacaran’.. buat gue… lebih asik kalo kita jadi temen.. karena bisa bebas curhat, tanpa takut ada rasa “cemburu”

tapi pertengahan tahun 2004, hidup gue berubah… tanpa yang namanya pacaran, akhirnya gue menikah dengan temen latihan Merpati Putih gue… inget… tanpa pacaran…

Gue gak pernah memimpikan atau membayangkan pernikahan yang ideal… saat ini gue hanya menjalani apa yang bisa gue jalani…. Minimal, langkah gue ini meminimalkan kekecewaan terhadap pernikahan…

Gue juga gak pernah menuntut atau melarang suami gue untuk bergaul.. buat gue, kesetiaan bukan harus dia ada disamping… tapi di hati dia hanya ada gue…. taela…. sok puitis.. mungkin.

beda gue, beda suami gue dong… pandangan dia terhadap pernikahan adalah ibadah… sehingga dalam ibadah itu kita bener-bener total… layaknya kita ibadah sholat, kita bersikap pasrah….

Pernikahan gue memang baru seumur jagung… tapi yang bisa gue kasih disini adalah… pernikahan itu ibadah… dan gak perlu tuntutan untuk mencapai ibadah yang baik… gak perlu syarat…

Satu kalimat yang diberikan orang tua gue ketika suami gue meminta gue untuk menjadi istrinya adalah “Sanggupkah kamu mengemban tugas suami, yaitu membawa anak-anak dan istri ke Jalan Allah?”

hal ini lah yang gue dan suami gue pegang sampe sekarang….

 

 

 

Posted by Dessy Indah in 16:00:13 | Permalink | Comments (1) »